LAPORAN USAHA MAKARONI EDAMAN "MAMAN"

 

TUGAS LAPORAN USAHA

MAKARONI EDAMAN “MAMAN”

 

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan

Dosen pengampu: Silpanus Dian Sapala, S.E., M.M



 

DISUSUN OLEH

 

1.    Lia Latifah (2022001)

2.    Marsiana Rita (2022023)                             

3.    Nazar Gunawan (2022030)

4.    Rinta Cahyani (2022031)

5.    Muhammad Dimas P (2022051)    

 

 

 

Program studi manajemen

Intitut Bisnis dan Ekonomi Indonesia

2022


KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayahNya kerena kami dapat menyelesaikan penyusunan laporan ini. Adapun dalam penulisan laporan ini, produk yang akan ditawarkan adalah Makaroni Edaman “MAMAN” kami  menyadari sepenuhnya bahwa ini dalam penulisan laporan  ini banyak terdapat  kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan penulisan proposal ini. Tidak lupa kami mengucapkan terimakasih pada semua pihak yang telah membantu penyusunan laporan ini , khususnya kepada dosen pembimbing mata kuliah kewirausahaan. Akhir kata semoga laporan  ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat menambah wawasan kita dalam mempelajari “kewirausahaan” serta dapat digunakan sebagaimana mestinya.

 

 

Pontianak, Desember 2022

 

 

Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 1

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Dengan perkembangan zaman dan teknologi maka orang sekarang mulai berhati-hati dalam memilih dan membeli makanan, karena pada masa ini banyak makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya. Mayoritas masyarakat menginginkan makanan yang rasanya enak dan murah, tanpa memperdulikan kandungan yang terdapat dalam makanan tersebut. Untuk itulah kami menyediakan makanan yang rasanya enak dengan cukup murah, sederhana, higienis dan aman untuk dikonsumsi karena tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya. Hal ini tentu juga akan menarik minat masyarakat untuk membelinya.

Salah satu makanan ringan yang cocok dikonsumsi untuk waktu santai, sekaligus cukup istimewa salah satunya adalah MAKARONI PEDAS EDAMAN “MAMAN". Keberadaan makanan ringan MAKRONI PEDAS EDAMAN  “MAMAN” sebagai salah satu makanan ringan yang enak dan nikmat ini memang layak dikembangkan sebagai usaha alternatif. Dengan melihat potensi atau kelebihan diatas, maka saya ingin membuat usaha agar masyarakat tidak pernah lupa dengan makanan ringan MAKRONI PEDAS “MAMAN”.

B.    Profil Usaha

Nama Usaha    : Makroni Pedas Edaman “MAMAN"

Jenis Usaha     :  Makanan Ringan (Cemilan)

Alamat Offline : Kota Pontianak

Pemilik Usaha   :

1.     Lia Latifah

2.     Marsiana Rita

3.     Nazar Gunawan

4.     Rinta Cahyani

5.     Muhammad Dimas P   

C.    Alasan membuat usaha

Untuk mempelajari seni usaha, kami mengerjakannya agar mengetahui bagaimana dan apa saja yang diperlukan untuk memulai suatu jenis usaha. Kemudian usaha ini kami lakukan juga untuk memenuhi tugas mata kuliah kewirausahaan namun di balik itu semua kami menjalankan dan melakukannya sepenuh hati agar mendapatkan hasil dan pengalaman maksimal oleh tugas ini. Selain itu ini juga menjadi debut pertama kami dalam melakukan usaha kecil.

 

D.    Tujuan Usaha

1.     Memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.

2.     Menambah pengalaman kewirausahaan dalam melakukan kegiatan usaha.

3.     Menambah pengalaman ilmu pengetahuan kewirausahaan dalam melakukan kegiatanusaha

4.     Mewujudkan kemampuan dalam berwirausahaan untuk meningkatkan kualitas diri dalam berwirausaha

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

ANALISA USAHA

A.    Analisa SDM

1.     Struktur organisasi

Bagian Keuangan        : Rinta Cahyani.

Bagian Pemasaran      : Nazar Gunawan , M. Dimas P.

Bagian Produksi          : Lia Latifah, Marsiana Rita, Rinta Cahyani.

 

2.      Proses Produksi/Operasi

·       mencari bahan baku yang berkualitas seperti bahan utama yaitu bahan untuk pembuatan makaroni bantat , bubuk cabai, bubuk balado.

·       cara membuat makaroni kering

1.     cuci makroni lalu keringkan makroni selama 5 menit , setelah makroni kering,

2.     Goreng makaroni di minyak yang panas hingga kecoklatan.

3.     Tiriskan dan letakkan di atas tisu biar tidak berminyak,

4.     Masukkan makaroni kedalam beberapa toples lalu taburi dengan bubuk cabai atau bubuk balado,

5.     Sesuai pilihan rasa dengan tingkat kepedasan 1-10.

B.    Analisa Bisnis (Pemasaran)

1.     Target Pasar

Makroni Pedas Edaman “MAMAN” melakukan target pasar pada kelompok konsumen semua kalangan dari anak-anak, remaja sampai orang tua.

2.     Pesaing

Terdapat banyak pesaing dari usaha ini, akan tetapi di sinilah kreatifitas kami bagaimana cara kita menarik konsumen agar dapat membeli produk kami tanpa membuat pesaing kami merasa tidak senang dengan tindakan kami. Contoh  dengan memberikan kemasan yang lebih menarik dan membuat rasa yang dapat disukai di kalangan masyarakat serta pelanggan dapat merequest level kepedasan .

 

 

3.     Strategi pemasaran

Srtategi pemasaran Makaroni Pedas Edaman “MAMAN”  menggunakan media sosial seperti Instagram, whatsapp dan melakukan penjualan secara ofline.

C.    Analisa SWOT

1.     Kekuatan (Strength)

·       Harga Terjangkau.

·       Kualitas Terjamin.

·       Bahan baku yang mudah didapat.

·       Tidak menggunakan bahan pengawet.

·       Proses produksinya mudah sehingga tidak mebutuhkan banyak waktu dan tenaga.

2.     Kelemahan (Weakness)

·       Rasa dan bentuk makaroni yang seragam.

·       Management tradisional.

·       Sarana dan prasarana sederhana.

3.     Peluang (Opportunity)

·       Pasar yang masih luas.

·       Bahan baku yang mudah didapat.

4.     Ancaman (Threath)

·       Munculnya variasi makanan jajanan.

·       Munculnya pesaing baru.

·       Sumberdaya manusia yang masih rendah Pendidikan.

 

D.    Segmentasi dan Target

Macaroni pedas edaman “MAMAN” melakukan perencanaan pemasaran yang dimulai dari;

a.     Segmentasi pasar

1.     Segmentasi Demografis

Segmentasi demografis adalah yang membagi pasar menjadi kelompok-kelompok berdasarkan variable seperti usia, jenis kelamin, agama dan ras.

2.     Segmentasi geografis

Segmentasi geografis adalah  segmentasi yang membagi konsumen menjadi beberapa segmen berdasarkan tempat tinggal, iklim, dan cuaca.

 

3.     Segmentasi bedasarkan faktor situasi

Segmentasi ini  berdasarkan dengan situasi suatu negara atau dareah yang aman

4.     Segmentasi perilaku

Penerapan segmentasi ini membantu mengetahui bagaimana tingkah laku dari konsumen terhadap sebuah bisnis.

5.     Segmentasi psikografis

Segmentasi ini melibatkan aspek psikologis dari calon pelanggan

b.     Target pasar

Target pemasaran merupakan suatu kegiatan pengelompokkan masyarakat berdasarkan segmentasi pasarnya. Dari hasil segmentasi tersebut maka akan diperoleh data-data yang kemudian dapat menentukan segmentasi mana yang paling sesuai dengan karakteristik usaha yang sedang dibangun. Penentuan target pasar dapat membantu dalam mengarahkan kegiatan pemasaran kepada kelompok konsumen dengan karakter konsumen tertentu. Dengan demikian, target pemasaran merupakan bagian penting dalam mengukur, meningkatkan dan menentukan potensi keberhasilan dalam membangun bisnis. Target pasar juga bisa diartikan sebagai kelompok konsumen yang menjadi sasaran pebisnis atau pemilik perusahaan agar bisa membeli produk atau jasa yang ditawarkan.

 Makroni pedas edaman “MAMAN” melakukan target pasar pada kelompok konsumen semua kalangan dari anak-anak, remaja sampai orang tua.

E.    Marketing Mix

 

 

 

Marketing mix adalah kumpulan variabel marketing yang digunakan untuk mencapai tujuan marketing pada pasar yang ditargetkan. Istilah ini pertama kali dikenalkan oleh Neil Borden, profesor marketing Harvard, pada 1948. Saat itu Neil Borden baru mengenalkan istilah, tapi belum menyusun komponen dalam marketing mix. Pada 1960 E. Jerome McCarthy baru memperkenalkan empat variabel utama marketing mix, yaitu product, price, place, dan promotion.Konsep Marketing Mix 4P-7P, awalnya marketing mix hanya mencakup empat elemen saja, yaitu product, price, place, dan promotion. Namun, dalam perkembangannya terdapat berbagai modifikasi elemen dari para ahli. Salah satu perkembangan konsep marketing mix yang paling banyak dikenal adalah Marketing Mix 7P. Konsep ini dikenalkan oleh Booms dan Bitner yang berisi empat elemen 4P ditambah tiga elemen baru, yaitu physical evidence, people, dan process.

 

Marketing Mix produk “ MAMAN ”   Makroni Edaman antara lain

1.     Produk

Produk adalah apa saja yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan orang, bisa dalam bentuk jasa, barang, atau produk virtual. Produk yang kami buat adalah makaroni pedas.

2.     Price

Price atau harga adalah sejumlah uang yang dikeluarkan konsumen untuk menggunakan produk Anda. Harga yang terlalu rendah bisa membahayakan keberlangsungan bisnis. Di sisi lain, harga yang terlalu tinggi juga akan menyurutkan minat pembeli. Harga yang kami tetapkan untuk menjual produk sebesar Rp. 3.000/ pcs

3.     Place

Place atau tempat adalah lokasi fisik tempat berjalannya bisnis atau kanal distribusi untuk mencapai target pasar. Sebuah bisnis memerlukan lokasi penjualan yang ideal untuk bisa menjangkau target pasar dengan mudah. Produk yang kami buat tidak menyediakan tempat secara offline, karna kami melakukan penjualan secara online.

4.     Promotion

Promotion atau promosi adalah segala upaya untuk meningkatkan brand awareness dan penjualan produk. Promosi dapat dilakukan menggunakan media sosial, kami mempromosikan produk kami  melalui media sosial dan dari mulut ke mulut.

5.     Physical evidence

Physical evidence atau bukti fisik tidak terbatas pada produk fisik saja. Produk fisik hanyalah salah satu dari sekian banyak physical evidence. Bukti fisik bisa berwujud dalam bentuk logo, brosur, souvenir, akses untuk menghubungi customer service, seragam karyawan, event, dan website resmi. Contoh  dari Physical evidence produk kami melalui logo.

Logo “MAMAN” Makaroni  Edaman

6.     People

People yang dimaksud di sini adalah sumber daya manusia (SDM) yang menjalankan bisnis, dari direktur sampai staf. SDM adalah aset terpenting dalam bisnis Anda. Salah dalam memilih SDM bisa berakibat fatal pada bisnis Anda.

7.      Process

Process adalah prosedur, mekanisme, atau alur yang perlu dilakukan konsumen untuk menggunakan layanan Anda. Untuk lebih mudahnya, process adalah pengalaman konsumen dari awal mengetahui produk Anda sampai ia melakukan pembelian. Contoh proses pembuatan “MAMAN” Makaroni Edaman

1)    mencari bahan baku yang berkualitas seperti bahan utama yaitu bahan untuk pembuatan makaroni bantat , bubuk cabai, bubuk balado.

2)    cuci makroni lalu keringkan makroni selama 5 menit , setelah makroni kering,

3)    Goreng makaroni di minyak yang panas hingga kecoklatan.

4)    Tiriskan dan letakkan di atas tisu biar tidak berminyak,

5)    Masukkan makaroni kedalam beberapa toples lalu taburi dengan bubuk cabai atau bubuk balado,

6)    Sesuai pilihan rasa dengan tingkat kepedasan 1-10.

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KEUANGAN

 

A.    Rincian Biaya

a.     Biaya Bahan Baku

1.     5 kg makaroni bantat @ 22.000/ kg

2.     2 Liter Minyak goreng @ 14.000/Liter

3.     2 bks Cabe Bubuk @6.000/ bks

4.     2 bks Bumbu Balado  @5.000/ bks

b.     Biaya overhead pabrik

1.     3 pack plastik ukuran 9x17 @ 10.000

2.     Gas elpiji @ 22.000

c.     Biaya non produksi

1.     Biaya  transportasi @ 20.000

Keterangan

·       Penjualan “ MAMAN” makaroni edaman pada 1 bulan sebesar Rp. 375.000, dengan penjualan 125 pcs dengan harga jual Rp.3.000 per pcs.

·       Harga pokok produksi sebesar Rp. 212.000 dapat dari seluruh biaya bahan baku, dan biaya overhead pabrik.

·       Biaya non produksi Rp. 20.000

 

B.    Laporan Laba Rugi

 

LAPORAN LABA RUGI

 

PENJUALAN                                                           Rp. 375.000

HPP                                                                 (Rp. 212.000)

LABA KOTOR                                                        Rp. 163.000

BIAYA NON PRODUKSI                             (Rp.   20.000)

LABA BERSIH                                                        Rp. 143.000

 

C.    Payback Period

payback period adalah istilah untuk menyebut keterangan kurun waktu tersebut. Secara bahasa, payback period punya nama lain yaitu periode pengembalian modal. Lama tidaknya periode pengembalian modal dari suatu proyek akan menentukan ketertarikan investor atau kalangan pebisnis secara umum.

Payback period adalah jangka waktu yang dibutuhkan untuk menutup pengeluaran investasi dengan keuntungan. Sesuai namanya, payback period juga dikenal sebagai pengembalian modal. Sehingga, dengan kata lain, Payback Period adalah periode atau jangka waktu tertentu yang dibutuhkan untuk pengembalian modal investasi semula. Terdapat dua cara menghitung payback period, Payback period untuk arus kas yang sama setiap tahun, payback period untuk arus kas yang berbeda setiap tahun.

MAMAN menginvestasikan modal sebesar Rp. 250.000 dengan keuntungan bersih Rp.143.000,  MAMAN menggunakan perhitungan Payback period untuk arus kas yang sama setiap tahun,  maka perhitungan payback period nya adalah sebagai berikut,s

 

Rumus:

 

                                                     investasi

  payback periode =  

                                                    kas masuk bersih

                       

Rp. 250.000

    Payback period =

                                        Rp. 143.000

 

                            =   1,74 tahun atau 21 bulan

 

D.    Net Present Value

Net Present Value (NPV) adalah selisih antara nilai saat ini dari arus kas masuk dengan nilai saat ini dari arus kas keluar pada masa waktu tertentu. Para pebisnis perlu mengetahui cara menghitung NPV sebab seringkali digunakan dalam penganggaran modal dan juga menganalisis profitabilitas dari suatu proyek. Secara umum, definisi dari cara menghitung NPV adalah prediksi keuntungan yang diperoleh oleh sebuah bisnis di masa akan datang apabila Anda menanamkan modal investasi dengan nilai uang sekarang.

Rumus NPV ada dua yaitu rumus NPV untuk investasi arus tunggal dan untuk proyeksi berdurasi lama dan banyak arus kas. MAMAN menggunakan rumus  NPV untuk investasi arus tunggal. MAMAN menginvestasikan modal awal sebesar Rp. 250.000 dan diprediksikan akan menghasilkan arus kas sebanyak Rp. 1. 716.000 dalam satu tahun. Dengan asumsi tingkat pengembalian 10%.

Rumus

    NPV = Arus kas/ (1+i) ^ t – Investasi awal

Keterangan

 i = tingkat diskon

t = jumlah masa waktu

NPV     =   1.716.000 / (1+ 0,1) ^ 1 – 250.000

                             =   1.560.000 – 250.000

                             =   1.310.000

Hasil NPV tersebut menunjukan bahwa proyek investasi ini menguntungkan.

E.    Profitability index (PI)

Profitability Index merupaakn rasio nilai sekarang dari arus kas yang akan diterima dalam sebuah investasi. Dengan kata lain Profitablity Index digunakan untuk melihat apakah sebuah proyek layak untuk kita jalankan atau tidak. Investasi akan diterima bila nilai  PI lebih besar daripada 1 sedangkan bila nilai PI lebih kecil dari 1 maka proyek tersebut akan ditolak.

Rumus

  

PI = 1.310.000 / 250.000

     = 5,24

PI lebih dari 1 (>1) proyek investasi  diterima.

 

 

F.    KESIMPULAN

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam memilih suatu usaha perlu mengetahui terlebih dahulu berbagai macam hal yang berhubungan dengan usaha yang didirikan. Seperti mengetahui peluang usaha, lokasi yang strategis, pemasaran produk dan aspek-aspek lain yang berkenaan dengan pendirian usaha, sehingga usaha yang akan dijalankan dapat berjalan dengan baik. Usaha ini tidak memerlukan modal yang cukup besar, namun memerlukan perencanaan yang matang. Usaha di bidang makanan ringan ini memberikan peluang pasar yang sangat luas. Sekarang permintaan konsumen akan isi makanan ringan semakin meningkat. Sasaran utama konsumen makaroni yaitu mahasiswa dan masyarakat kalangan menengah ke bawah, sehingga harga jual yang tidak terlalu tinggi akan membantu memperlancar proses penjualan. Dan berdasarkan Analisa keuangan dengan menggunakan perhitungan payback period, NPV, dan PI proyek investasi  mengalami keuntungan.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini